PELATIHAN DAN SERTIFIKASI KOMPETENSI PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH (PBJP) LEVEL-1 / JAKARTA
Dibuat Oleh : Mitha | 11 Mar 2026
Lembaga Pengembangan dan Konsultasi Nasional (LPKN) kembali menyelenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (PBJP) Level-1 dengan menggunakan model pembelajaran blended learning, yaitu kombinasi antara pembelajaran daring (E-Learning) dan tatap muka langsung (offline). Kegiatan ini berlangsung mulai 24 Februari hingga 12 Maret 2026, dengan rangkaian E-Learning pada 24 Februari – 09 Maret 2026, dilanjutkan pelatihan tatap muka pada 10 – 11 Maret 2026, serta ujian sertifikasi pada 12 Maret 2026. Kegiatan tatap muka diselenggarakan di Hotel Tavia The Heritage Jakarta dan diikuti oleh peserta dari berbagai instansi pemerintah di Indonesia.
Pelatihan ini menghadirkan fasilitator berpengalaman di bidang pengadaan barang/jasa pemerintah, yaitu Ir. Sutan Suangkupon Lubis, M.Sc. dan Dr. Indrani Dharmayanti, SP., M.Si., yang merupakan Ahli Pengadaan serta Fasilitator Training of Trainer (ToT) LKPP. Dengan pengalaman dan kompetensi yang dimiliki para fasilitator, peserta mendapatkan pemahaman yang komprehensif mengenai regulasi, prinsip, serta praktik pengadaan barang/jasa pemerintah.
Kegiatan tatap muka dimulai pada Selasa, 10 Maret 2026 dengan registrasi peserta dan persiapan kegiatan pada pukul 07.30 – 08.00 WIB yang dipandu oleh panitia LPKN. Selanjutnya acara dibuka secara resmi dengan rangkaian kegiatan pembukaan yang diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, sebagai bentuk penghormatan dan peneguhan semangat nasionalisme dalam kegiatan peningkatan kompetensi aparatur negara.

Acara pembukaan juga diisi dengan sambutan dari Ketua Umum LPKN, Andi Zabur Rahman, S.Kom., S.Si., MBA, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya peningkatan kompetensi aparatur pemerintah di bidang pengadaan barang/jasa. Beliau menekankan bahwa pengadaan barang/jasa pemerintah merupakan salah satu sektor strategis dalam mendukung pembangunan nasional, sehingga diperlukan sumber daya manusia yang profesional, kompeten, dan memahami regulasi yang berlaku.
Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan Building Learning Commitment (BLC) yang dipandu oleh panitia LPKN. Sesi ini bertujuan untuk membangun komitmen bersama antara peserta, fasilitator, dan panitia agar proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif, interaktif, serta memberikan manfaat maksimal bagi seluruh peserta.
Memasuki sesi materi, peserta mendapatkan materi Pengantar Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah yang disampaikan oleh fasilitator. Materi ini membahas berbagai konsep dasar dalam pengadaan barang/jasa pemerintah, termasuk prinsip-prinsip pengadaan, regulasi yang mengatur, serta peran strategis pengadaan dalam mendukung efektivitas penggunaan anggaran negara. Materi ini berlangsung hingga pukul 10.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan break dan sesi foto bersama sebagai dokumentasi kegiatan.
Setelah istirahat, sesi pembelajaran kembali dilanjutkan dengan materi lanjutan Pengantar Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, yang memperdalam pemahaman peserta mengenai mekanisme serta sistem pengadaan yang berlaku di lingkungan pemerintahan. Selanjutnya peserta mendapatkan materi mengenai Perencanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, yang membahas tahapan penting dalam proses pengadaan, mulai dari identifikasi kebutuhan, penyusunan rencana pengadaan, hingga penyelarasan dengan perencanaan anggaran.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi Ishoma (Istirahat, Sholat, dan Makan) sebelum memasuki sesi berikutnya yang membahas lanjutan Perencanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Dalam sesi ini peserta diajak memahami pentingnya perencanaan pengadaan yang matang agar proses pengadaan dapat berjalan secara efisien, transparan, dan akuntabel.
Pada sesi berikutnya, peserta mendapatkan materi mengenai Pemilihan Penyedia, yang membahas berbagai metode pemilihan penyedia dalam pengadaan barang/jasa pemerintah. Fasilitator menjelaskan secara rinci mengenai prosedur pemilihan penyedia, tahapan evaluasi penawaran, serta aspek transparansi dan akuntabilitas dalam proses tersebut. Materi ini dilanjutkan setelah sesi istirahat singkat hingga pukul 17.00 WIB.
Memasuki hari kedua pelatihan pada Rabu, 11 Maret 2026, kegiatan dimulai dengan materi mengenai Pengelolaan Kontrak Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Pada sesi ini peserta mempelajari berbagai aspek penting dalam pengelolaan kontrak, termasuk hak dan kewajiban para pihak, pengendalian pelaksanaan kontrak, serta penyelesaian permasalahan yang mungkin terjadi selama masa kontrak.
Setelah sesi istirahat, kegiatan dilanjutkan dengan materi mengenai Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Secara Swakelola. Materi ini membahas konsep dan mekanisme pelaksanaan pengadaan melalui swakelola, termasuk kriteria kegiatan yang dapat dilaksanakan secara swakelola serta tahapan pelaksanaannya.
Pada sesi siang hari, peserta mendapatkan materi mengenai Manajemen Rantai Pasok (Supply Chain Management / SCM) yang menjelaskan pentingnya pengelolaan rantai pasok dalam mendukung kelancaran proses pengadaan barang/jasa pemerintah. Peserta diajak memahami bagaimana koordinasi antara berbagai pihak dalam rantai pasok dapat meningkatkan efisiensi serta kualitas hasil pengadaan.

Sebagai bagian dari persiapan menghadapi ujian sertifikasi, peserta juga mengikuti pembahasan try out yang dibagi menjadi dua sesi. Dalam sesi ini, fasilitator membahas berbagai contoh soal yang berkaitan dengan materi pengadaan barang/jasa pemerintah, sekaligus memberikan strategi dan tips kepada peserta dalam menghadapi ujian sertifikasi.
Kegiatan hari kedua kemudian ditutup dengan verifikasi buku regulasi dan modul pelatihan oleh panitia LPKN sebagai bagian dari persiapan administrasi peserta sebelum mengikuti ujian sertifikasi.
Rangkaian kegiatan pelatihan ini mencapai puncaknya pada Kamis, 12 Maret 2026, dengan pelaksanaan Uji Kompetensi PBJP Level-1 yang diawasi langsung oleh Direktorat Sertifikasi Profesi LKPP. Ujian ini menjadi tahap akhir bagi peserta untuk memperoleh sertifikat kompetensi Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Level-1, yang merupakan salah satu sertifikasi penting bagi aparatur yang terlibat dalam proses pengadaan di instansi pemerintah.
Dengan terselenggaranya kegiatan pelatihan dan sertifikasi ini, diharapkan para peserta dapat meningkatkan pemahaman, kompetensi, serta profesionalisme dalam menjalankan tugas di bidang pengadaan barang/jasa pemerintah. LPKN sebagai lembaga pelatihan yang telah terakreditasi A oleh LKPP terus berkomitmen untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur melalui berbagai program pelatihan dan sertifikasi yang relevan dengan kebutuhan instansi pemerintah.
Kegiatan Terkait :
Jenis Kegiatan :
-
Kelas Online 634
-
Kelas Tatap Muka 737
5 Kegiatan Terpopuler :
22 Feb 2021 | 6521
PELATIHAN DAN SERTIFIKASI HYPNOTHERAPY FUNDAMENTAL DAN ADVANCED HYPNOTHERAPY GELAR PROFESI / NON AKADEMIK (CH & CHT) DARI INDONESIAN BOARD OF HYPNOTHERAPY (IBH)
17 Feb 2021 | 3240
Pelatihan dan Sertifikasi (Full Online) Kompetensi Pelaksanaan Pelatihan Jarak Jauh – BNSP
26 Feb 2021 | 2829
Bimbingan Teknis Nasional – Online "Pembekalan Teknis Bagi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dalam Rangka Pelaksanaan Pengadaan Tahun Anggaran 2021 dan Penyiapan Kompetensi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)" Gelombang 1
19 Feb 2021 | 2635
Bimbingan Teknis - Online Peningkatan Kompetensi Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dalam Pengelolaan Keuangan dan Pengadaan Barang/Jasa Tahun Anggaran 2021 (Pengelolaan, Pertanggungjawaban, dan Persiapan menghadapi Aud
23 Feb 2021 | 2297