LPKN | Training Center

Detail Kegiatan LPKN Training Center

Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Pengadaan - BNSP Certified Contract Management Specialist (CCMS) / Gresik

Dibuat Oleh : Mitha | 07 Nov 2025


Dalam upaya berkelanjutan untuk memperkuat profesionalisme di bidang pengadaan barang/jasa pemerintah dan swasta, Lembaga Pengembangan dan Konsultasi Nasional (LPKN) kembali menyelenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Pengadaan – Certified Contract Management Specialist (CCMS).

Kegiatan ini berlangsung sejak 27 Oktober hingga 06 November 2025, dengan model pembelajaran blended learning, yaitu kombinasi antara e-learning, tatap muka, dan ujian sertifikasi. Sesi tatap muka dilaksanakan pada 03 – 05 November 2025 bertempat di PT Petrokimia Gresik, sementara ujian sertifikasi BNSP digelar pada 06 November 2025.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber berpengalaman, Ir. Raymon Budi Hermanto, S.T., M.H., CCMS, seorang Ahli Pengadaan dan Fasilitator ToT LKPP, yang dikenal luas karena keahliannya dalam manajemen kontrak dan strategi pengadaan berbasis kinerja.

Hari Pertama – Menyusun dan Memfinalisasi Kontrak

Kegiatan tatap muka hari pertama dimulai pada Senin, 03 November 2025, pukul 07.30 WIB dengan sesi registrasi peserta. Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi pertama oleh fasilitator, yang membahas “Menyusun Rancangan Kontrak Pengadaan Barang/Jasa”.

Peserta diajak memahami prinsip-prinsip dasar penyusunan kontrak yang sesuai regulasi dan berorientasi pada hasil. Setelah sesi coffee break dan foto bersama, pelatihan berlanjut dengan topik “Melakukan Finalisasi Dokumen Kontrak Pengadaan Barang/Jasa” yang menekankan pentingnya ketelitian dan kepatuhan terhadap peraturan dalam proses finalisasi dokumen kontrak.

Setelah waktu ishoma (istirahat, sholat, makan), sesi siang diisi dengan materi “Membentuk Tim Pengelolaan Kontrak Pengadaan Barang/Jasa” dan “Menyusun Rencana Pengelolaan Kontrak Pengadaan Barang/Jasa”. Kedua materi ini menekankan pentingnya koordinasi lintas fungsi serta pengelolaan yang efektif untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan kontrak.

Hari Kedua – Pengendalian dan Simulasi Kontrak

Memasuki hari kedua, Selasa, 04 November 2025, peserta mempelajari materi lanjutan tentang pengendalian pelaksanaan kontrak. Sesi pagi dimulai pukul 08.00 WIB dengan topik “Mengendalikan Pelaksanaan Kontrak Pengadaan Barang/Jasa”, diikuti dengan coffee break singkat.

Setelah itu, fasilitator mengulas “Menyelesaikan Permasalahan Kontrak Pengadaan Barang/Jasa”, dengan menyoroti berbagai kasus nyata terkait dispute dan penyelesaian sengketa dalam pelaksanaan kontrak.

Pada sesi siang, peserta mengikuti “Praktek dan Simulasi Penyusunan Kontrak”, di mana mereka secara langsung melakukan simulasi penyusunan dokumen kontrak berdasarkan studi kasus yang diberikan. Simulasi ini menjadi sesi yang paling interaktif dan diapresiasi oleh peserta karena memberikan pengalaman praktis dalam penerapan teori.

Hari Ketiga – Pelaksanaan Swakelola dan Manajemen Risiko

Pada Rabu, 05 November 2025, pelatihan berlanjut dengan pembahasan mengenai Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa secara Swakelola. Fasilitator menguraikan langkah-langkah persiapan dan pelaksanaan swakelola, termasuk aspek pengawasan dan pertanggungjawaban kegiatan.

Setelah sesi ishoma, pembelajaran difokuskan pada pengelolaan kinerja dan risiko dalam kontrak pengadaan. Peserta diberikan pemahaman tentang bagaimana memantau kinerja penyedia, serta mengidentifikasi dan memitigasi risiko yang dapat memengaruhi keberhasilan kontrak.

Melalui diskusi interaktif dan studi kasus, peserta diharapkan mampu mengelola kontrak dengan lebih strategis dan responsif terhadap potensi hambatan di lapangan.

Hari Keempat – Uji Kompetensi BNSP

Sebagai puncak kegiatan, pada Kamis, 06 November 2025, dilaksanakan Uji Kompetensi CCMS yang diselenggarakan oleh LSP Pengadaan – BNSP. Ujian ini terdiri dari dua tahap, yaitu tes tertulis dan wawancara.

Peserta diuji atas kemampuan mereka dalam memahami prinsip-prinsip pengelolaan kontrak, penerapan regulasi, serta kemampuan analisis dalam menghadapi permasalahan nyata di bidang pengadaan barang/jasa.

Ujian berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Para peserta menunjukkan semangat tinggi untuk memperoleh pengakuan kompetensi nasional melalui sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Kegiatan Terkait :