KOMPETENSI PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH (PBJP) LEVEL-1 / SAMARINDA
Dibuat Oleh : Mitha | 20 Ags 2025
Samarinda, 29 – 31 Juli 2025 – Lembaga Pengembangan dan Konsultasi Nasional (LPKN), lembaga pelatihan dan konsultasi dengan akreditasi A LKPP, kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul di bidang pengadaan barang/jasa pemerintah dengan menyelenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi PBJP Level-1.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan model Blended Learning, yaitu menggabungkan pembelajaran daring (e-learning) yang berlangsung pada 14 – 25 Juli 2025, dan tatap muka di Hotel Horison Samarinda pada 29 – 30 Juli 2025, serta ditutup dengan Uji Kompetensi Sertifikasi pada 31 Juli 2025.
Program ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai instansi pemerintah, BUMN, maupun lembaga lainnya, yang memiliki tujuan meningkatkan kompetensi di bidang pengadaan barang/jasa serta memperoleh pengakuan resmi melalui sertifikasi PBJP Level-1.

Hari Pertama – Selasa, 29 Juli 2025
Kegiatan tatap muka dimulai sejak pagi hari dengan registrasi peserta dan persiapan panitia. Tepat pukul 08.00 WITA, kegiatan resmi dibuka melalui rangkaian acara pembukaan, termasuk menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan pembacaan doa, yang menambah khidmat suasana.
Sesi awal dilanjutkan dengan Building Learning Commitment (BLC), yang bertujuan membangun semangat, motivasi, serta kesamaan persepsi di antara peserta agar mampu mengikuti pelatihan dengan optimal.
Selanjutnya, peserta dibimbing oleh fasilitator Yeffri Purnama, SH., CCMs – seorang ahli pengadaan sekaligus Fasilitator ToT LKPP – yang menyampaikan materi inti mengenai Pengantar Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Sesi ini memberikan gambaran menyeluruh tentang regulasi, prinsip dasar, hingga etika pengadaan.

Setelah istirahat sejenak, peserta melanjutkan sesi materi lanjutan mengenai Perencanaan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Melalui pembahasan yang mendalam, peserta memahami tahapan penting mulai dari identifikasi kebutuhan, penyusunan rencana pengadaan, hingga penganggaran.
Menjelang sore, materi difokuskan pada topik Pemilihan Penyedia, yang memberikan pemahaman tentang tata cara pemilihan penyedia barang/jasa secara efektif, transparan, serta sesuai regulasi. Diskusi berlangsung interaktif, banyak peserta yang aktif bertanya dan berbagi pengalaman di lapangan.
Hari Kedua – Rabu, 30 Juli 2025
Agenda pada hari kedua lebih padat, dengan topik lanjutan yang membekali peserta pada aspek teknis dan manajerial. Materi dibuka dengan Pengelolaan Kontrak Pengadaan Barang/Jasa, yang menekankan pentingnya pengendalian, pelaksanaan, serta evaluasi kontrak agar sesuai dengan spesifikasi, waktu, dan biaya yang disepakati.
Dilanjutkan dengan sesi Pengadaan Barang/Jasa secara Swakelola, peserta diajak memahami perbedaan mendasar dengan pengadaan melalui penyedia, sekaligus strategi efektif dalam mengelola swakelola agar tetap akuntabel.
Pada siang hari, fasilitator membawakan materi tentang Manajemen Rantai Pasok (Supply Chain Management/SCM), yang menyoroti bagaimana proses pengadaan terintegrasi dengan rantai pasok dari hulu ke hilir. Peserta menyadari pentingnya efisiensi dan sinergi dalam rantai pasok untuk menunjang keberhasilan pengadaan pemerintah.
Menjelang akhir kegiatan, peserta mengikuti Try Out yang dibagi menjadi dua sesi. Kegiatan ini bertujuan untuk menguji sejauh mana pemahaman yang sudah diperoleh selama e-learning maupun tatap muka. Diskusi pembahasan soal dipandu langsung oleh fasilitator, sehingga peserta dapat mengetahui area yang perlu diperkuat sebelum menghadapi ujian resmi.
Sebagai penutup hari, panitia bersama peserta melakukan verifikasi buku regulasi dan modul pelatihan, memastikan seluruh referensi yang digunakan sudah sesuai dengan ketentuan LKPP terbaru.
Hari Ketiga – Kamis, 31 Juli 2025
Hari terakhir menjadi puncak acara, yaitu Uji Kompetensi PBJP Level-1. Ujian ini diselenggarakan dalam dua sesi, pagi dan siang, dengan pengawasan langsung dari Direktorat Sertifikasi Profesi – LKPP.
Peserta diuji melalui soal berbasis regulasi dan studi kasus nyata, yang mengukur pemahaman serta kemampuan praktis mereka dalam melaksanakan pengadaan barang/jasa pemerintah. Ujian berlangsung dengan tertib, diawasi ketat, dan penuh keseriusan dari seluruh peserta.

Tujuan dan Dampak Kegiatan
Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi PBJP Level-1 ini diselenggarakan dengan beberapa tujuan utama, antara lain:
-
Meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah dan praktisi pengadaan agar memahami regulasi terbaru,
-
Membekali peserta dengan keterampilan teknis maupun manajerial dalam siklus pengadaan,
-
Memberikan sertifikasi resmi yang diakui LKPP sebagai bukti kompetensi profesional.
Dengan mengikuti kegiatan ini, peserta diharapkan mampu menjadi SDM pengadaan yang kompeten, berintegritas, dan profesional, sehingga dapat mendukung terciptanya pengadaan yang lebih efisien, transparan, dan akuntabel di instansi masing-masing.
Kegiatan Terkait :
Jenis Kegiatan :
-
Kelas Online 634
-
Kelas Tatap Muka 737
5 Kegiatan Terpopuler :
22 Feb 2021 | 6521
PELATIHAN DAN SERTIFIKASI HYPNOTHERAPY FUNDAMENTAL DAN ADVANCED HYPNOTHERAPY GELAR PROFESI / NON AKADEMIK (CH & CHT) DARI INDONESIAN BOARD OF HYPNOTHERAPY (IBH)
17 Feb 2021 | 3240
Pelatihan dan Sertifikasi (Full Online) Kompetensi Pelaksanaan Pelatihan Jarak Jauh – BNSP
26 Feb 2021 | 2829
Bimbingan Teknis Nasional – Online "Pembekalan Teknis Bagi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dalam Rangka Pelaksanaan Pengadaan Tahun Anggaran 2021 dan Penyiapan Kompetensi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)" Gelombang 1
19 Feb 2021 | 2635
Bimbingan Teknis - Online Peningkatan Kompetensi Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dalam Pengelolaan Keuangan dan Pengadaan Barang/Jasa Tahun Anggaran 2021 (Pengelolaan, Pertanggungjawaban, dan Persiapan menghadapi Aud
23 Feb 2021 | 2297