LPKN | Training Center

Detail Kegiatan LPKN Training Center

Pelatihan Kompetensi Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah bagi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tipe C / JAKARTA

Dibuat Oleh : Mitha | 17 Jul 2025


Di tengah derasnya arus perubahan regulasi pengadaan dan kompleksitas tata kelola anggaran, Lembaga Pengembangan dan Konsultasi Nasional (LPKN) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung profesionalisme SDM aparatur pemerintah. Melalui penyelenggaraan Pelatihan Kompetensi Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah bagi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tipe C Level 2, LPKN menghadirkan momentum berharga bagi para pejabat fungsional dan struktural untuk meningkatkan kapasitas teknis dan strategis dalam dunia PBJP.

Bertempat di Hotel The Tavia Heritage Jakarta, kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari (15–16 Juli 2025) ini merupakan puncak dari rangkaian proses pembelajaran E-Learning yang telah dilalui para peserta sejak 26 Juni hingga 14 Juli 2025. Kegiatan ini bukan hanya bersifat seremonial pelatihan, melainkan menjadi wahana praktik reflektif, kolaboratif, sekaligus evaluatif yang dikemas dengan metode aktif dan berbasis kompetensi.

Hari Pertama: Memantik Komitmen, Mendorong Aksi

Pagi itu, suasana hangat sudah terasa sejak pukul 07.30 WIB saat para peserta mulai melakukan registrasi ulang. Tepat pukul 08.00 WIB, kegiatan resmi dibuka dengan rangkaian Building Learning Commitment (BLC), menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa pembuka, serta sambutan dari panitia pelaksana.

Dalam sesi pembukaan, semangat para peserta terlihat menyala saat fasilitator utama Bapak Baharuddin Dwi Isnanto, S.Hut, M.A.P., C.Med – seorang ahli pengadaan sekaligus fasilitator ToT LKPP – menyampaikan pentingnya peran PPK dalam memastikan akuntabilitas pengadaan yang taat aturan namun adaptif terhadap dinamika lapangan.

Selanjutnya, sesi berlanjut dengan pendalaman Jenis Kompetensi “Melakukan Perencanaan PBJP” Level 2, di mana peserta diajak untuk memetakan kebutuhan, menyusun RUP, hingga merancang spesifikasi teknis. Kegiatan dilakukan secara individu maupun kelompok melalui presentasi buku kerja mandiri, yang tidak hanya menilai aspek isi, namun juga keterampilan komunikasi, logika berpikir, dan pemahaman regulasi.

Setelah jeda coffee break dan sesi foto bersama, pelatihan memasuki tahap kompetensi mengelola kontrak, dengan total durasi 180 menit, dibagi ke dalam dua sesi berbeda. Di sinilah peserta banyak mendiskusikan perikatan hukum, pasal-pasal krusial kontrak, hingga simulasi risiko pengelolaan kontrak bermasalah.

Menjelang sore, pelatihan ditutup dengan sesi kompetensi Swakelola yang sangat menarik. Para peserta berbagi praktik lapangan dalam pengelolaan kegiatan swakelola, terutama dalam konteks Dana Alokasi Khusus (DAK) dan padat karya tunai, yang kini semakin relevan di banyak instansi pemerintah.

Hari Kedua: Uji Nyali, Uji Kinerja

Rabu, 16 Juli 2025, menjadi hari penentu. Setelah semalaman merevisi dan menyempurnakan buku kerja, para peserta kembali menunjukkan semangat tinggi. Sesi pagi dimulai dengan Revisi Presentasi dan Upload Buku Kerja, diikuti dengan Evaluasi Akhir yang menguji pemahaman peserta terhadap seluruh materi pelatihan.

Sesi terakhir adalah Post Test, dengan durasi 45 menit. Ketegangan dan keseriusan terpancar dari wajah peserta, namun begitu bel berbunyi menandakan akhir tes, suasana kembali cair dan penuh canda. Banyak peserta merasa mendapatkan insight baru yang sangat aplikatif untuk mendukung pelaksanaan tugas mereka di lapangan.

 Testimoni Peserta: “Lebih dari Sekadar Pelatihan!”

“Ini bukan pelatihan biasa. Kita tidak hanya belajar, tapi juga diuji, ditantang, dan disadarkan betapa pentingnya peran kita sebagai PPK,” ujar Ibu Lusi Marlina, salah satu peserta dari Dinas Pendidikan.

Sementara itu, Bapak Arif dari Dinas PU menambahkan, “Saya baru paham detail kontrak ternyata sangat teknis dan kritis. Fasilitator juga sangat luar biasa, pengalaman beliau banyak membuka wawasan baru.”

Kegiatan Terkait :