LPKN | Training Center

Detail Kegiatan LPKN Training Center

PELATIHAN DAN SERTIFIKASI KOMPETENSI PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH (PBJP) LEVEL-1 YOGYAKARTA

Dibuat Oleh : Mitha | 02 Jun 2025


Yogyakarta, 22–24 Mei 2025 — Dalam upaya terus-menerus membangun sumber daya manusia unggul di bidang pengadaan, Lembaga Pengembangan dan Konsultasi Nasional (LPKN) sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (PBJP) Level-1, sebuah program nasional yang terakreditasi A dari LKPP dan dilaksanakan dengan model pembelajaran Blended Learning.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen LPKN dalam mendukung reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas layanan publik melalui profesionalisasi SDM pengadaan barang/jasa. Beberapa instansi pemerintahan pusat dan daerah, rumah sakit BLUD, perguruan tinggi negeri, hingga BUMD, ikut ambil bagian dalam pelatihan yang diadakan secara E-learning pada 6–20 Mei, dilanjutkan sesi tatap muka di Tara Hotel Yogyakarta pada 22–23 Mei, dan diakhiri dengan Uji Kompetensi oleh Direktorat Sertifikasi Profesi LKPP pada 24 Mei 2025.

Hari Pertama Tatap Muka (Kamis, 22 Mei 2025): Menyatukan Visi dan Fondasi

Rangkaian tatap muka dimulai pukul 07.30 WIB dengan registrasi peserta dan persiapan teknis oleh panitia LPKN. Tepat pukul 08.00 WIB, acara dibuka dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, dan sesi pemanasan melalui Building Learning Commitment (BLC) yang menggugah semangat peserta untuk berproses secara aktif dan serius.

Fasilitator hari pertama, Baskoro Ari Wibowo, S.T. — seorang fasilitator ToT LKPP dan praktisi pengadaan senior — memandu peserta dalam memahami pengantar pengadaan barang/jasa pemerintah, membedah struktur regulasi terbaru, prinsip-prinsip dasar pengadaan, hingga kerangka hukum yang membentuk sistem pengadaan nasional.

Materi kemudian dilanjutkan dengan perencanaan pengadaan, mulai dari identifikasi kebutuhan, penyusunan spesifikasi teknis, HPS, hingga perencanaan tahunan dan integrasi dengan RKA-KL/DPA. Diskusi berjalan interaktif, dengan peserta mengangkat studi kasus yang mereka hadapi di lapangan, menciptakan ruang pembelajaran yang kolaboratif dan solutif.

Hari Kedua Tatap Muka (Jumat, 23 Mei 2025): Mendalami Teknis Pemilihan dan Kontrak

Hari kedua dibuka dengan materi krusial seputar pengelolaan kontrak pengadaan. Fasilitator Budi Sukiswo, S.T., yang juga fasilitator ToT LKPP, menjelaskan teknis pengelolaan kontrak mulai dari pemilihan penyedia, evaluasi penawaran, negosiasi, penunjukan penyedia, pelaksanaan kontrak, hingga penyelesaian sengketa.

Setelah jeda, materi berlanjut ke pengadaan secara swakelola, topik yang kerap menimbulkan kebingungan di tingkat pelaksana. Fasilitator membedakan secara rinci antara Swakelola Tipe I hingga IV, termasuk bagaimana strategi pelibatan masyarakat dan lembaga non-pemerintah secara efektif dan akuntabel.

Pada sesi siang, peserta diperkenalkan pada konsep Manajemen Rantai Pasok (Supply Chain Management) dalam konteks pengadaan pemerintah. Materi ini membuka perspektif baru tentang bagaimana proses pengadaan tak hanya bersifat administratif, tetapi bagian dari ekosistem layanan yang harus adaptif terhadap kebutuhan publik.

Dua sesi terakhir pada hari kedua digunakan untuk pembahasan Try Out, sebagai simulasi ujian sertifikasi yang dipandu langsung oleh fasilitator. Peserta diajak memahami pola soal, cara menjawab yang sistematis, serta strategi berpikir logis dan terstruktur dalam menghadapi pertanyaan berbasis kompetensi.

Hari Ketiga (Sabtu, 24 Mei 2025): Puncak Ujian Sertifikasi PBJP Level-1

Hari ketiga menjadi momen paling menentukan: Ujian Sertifikasi Kompetensi PBJP Level-1 yang dilaksanakan di bawah pengawasan langsung dari Direktorat Sertifikasi Profesi LKPP. Ujian ini merupakan tahapan penting bagi peserta untuk memperoleh sertifikat kompetensi resmi yang diakui oleh pemerintah, sekaligus bukti kelayakan sebagai SDM pengadaan yang profesional.

Peserta menghadapi ujian dengan semangat tinggi, ditunjang dengan buku regulasi dan modul pelatihan yang telah diverifikasi pada sesi sebelumnya. Banyak peserta menyampaikan bahwa metode pembelajaran blended learning yang dikombinasikan dengan pendampingan interaktif sangat membantu mereka dalam memahami materi dengan lebih baik dan percaya diri dalam mengikuti ujian.

Testimoni Peserta: "LPKN Lebih dari Sekadar Pelatihan"

Berbagai testimoni positif mengalir dari peserta. Beberapa menyebut kegiatan ini bukan hanya pelatihan biasa, tetapi pengalaman pembelajaran transformatif yang menyentuh kebutuhan nyata mereka di lapangan.

 “Fasilitator sangat berpengalaman. Mereka menyampaikan dengan bahasa yang lugas tapi dalam. Saya merasa tidak hanya belajar, tapi juga siap mengimplementasikan.”

Kegiatan Terkait :