LPKN | Training Center

Detail Kegiatan LPKN Training Center

Pelatihan Perjenjangan Jabatan Fungsional PPBJ Muda Level 3

Dibuat Oleh : Mitha | 02 Jun 2026


Jakarta, 29–30 Mei 2026 – Dalam rangka meningkatkan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di bidang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (PBJP), diselenggarakan kegiatan Pelatihan Perjenjangan Jabatan Fungsional Pengelola Pengadaan Barang/Jasa (PPBJ) Muda Level 3 yang dilaksanakan melalui model pembelajaran Blended Learning. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengembangan kompetensi yang terdiri atas tahapan E-Learning pada 15 April–25 Mei 2026, Tatap Muka pada 29–30 Mei 2026, Orkestra pada 17–18 Juni 2026, serta Seminar Laporan pada 24–25 Juni 2026.

Pelatihan tatap muka yang berlangsung di The Tavia Heritage Hotel Jakarta ini diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan dan Konsultasi Nasional (LPKN) sebagai lembaga pelatihan terakreditasi A LKPP. Kegiatan diikuti oleh para peserta dari berbagai instansi pemerintah yang tengah mempersiapkan diri untuk memenuhi kompetensi Jabatan Fungsional PPBJ Muda Level 3.

Kegiatan hari pertama diawali dengan registrasi peserta sejak pagi hari, dilanjutkan dengan pembukaan resmi yang menghadirkan sambutan dari Ketua Umum LPKN, Bapak Andi Zabur Rahman, S.Kom., S.Si., MBA. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengadaan dalam menghadapi tantangan tata kelola pemerintahan yang semakin dinamis dan berorientasi pada hasil.

Acara pembukaan semakin istimewa dengan keynote speech yang disampaikan oleh Deputi Pengembangan dan Pembinaan Sumber Daya Manusia LKPP RI, Ibu Suharti, S.Psi., M.Si. Dalam paparannya, beliau menegaskan bahwa profesionalisme dan kompetensi pejabat pengadaan merupakan faktor penting dalam mewujudkan pengadaan yang efektif, efisien, transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Memasuki sesi inti pelatihan, peserta mendapatkan pembelajaran mengenai Melakukan Perencanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Level 3 yang dipandu oleh fasilitator Bapak Agus Arif Rakhman, MM., CPSp. Materi ini membahas berbagai aspek strategis perencanaan pengadaan mulai dari identifikasi kebutuhan, penyusunan strategi pengadaan, analisis pasar, hingga penyusunan dokumen perencanaan yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Setelah penyampaian materi, peserta mengikuti serangkaian latihan, praktik, dan presentasi kelompok maupun individu. Kegiatan praktik dirancang untuk memberikan pengalaman langsung dalam menyusun perencanaan pengadaan dan menyelesaikan studi kasus yang sering dihadapi di lingkungan kerja. Suasana kelas berlangsung sangat interaktif dengan diskusi aktif, pertukaran pengalaman antar peserta, serta pendampingan intensif dari fasilitator.

Pada hari kedua, peserta melanjutkan kegiatan praktik dan presentasi dengan fokus pada kompetensi Melakukan Pemilihan Penyedia Barang/Jasa Pemerintah Level 3, Mengelola Kontrak Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Level 3, serta Mengelola Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Secara Swakelola Level 3. Materi pengelolaan kontrak dipandu oleh Dr. Fahrurrazi, M.Si., CCMS yang memberikan berbagai wawasan terkait pengendalian pelaksanaan kontrak, mitigasi risiko, penyelesaian permasalahan kontrak, serta upaya menjaga kualitas hasil pengadaan.

Selama sesi praktik, peserta diberikan sejumlah studi kasus yang menggambarkan kondisi nyata dalam pelaksanaan pengadaan pemerintah. Melalui pendekatan pembelajaran berbasis kompetensi, peserta dituntut untuk menganalisis permasalahan, menyusun solusi, dan mempresentasikan hasilnya di hadapan fasilitator maupun peserta lainnya. Metode ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, pengambilan keputusan, serta keterampilan komunikasi profesional yang dibutuhkan dalam pelaksanaan tugas jabatan fungsional PPBJ.

Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam setiap sesi diskusi dan presentasi. Berbagai pengalaman lapangan yang dibagikan peserta turut memperkaya proses pembelajaran sehingga materi yang diperoleh tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dan relevan dengan kondisi nyata di instansi masing-masing.

Melalui pelatihan ini diharapkan para peserta mampu meningkatkan kompetensi teknis, manajerial, dan profesionalisme dalam melaksanakan tugas pengadaan barang/jasa pemerintah. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana strategis untuk memperkuat pemahaman terhadap prinsip-prinsip pengadaan yang berintegritas, adaptif, dan berorientasi pada kinerja.

Dengan terselenggaranya pelatihan ini, LPKN bersama LKPP terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia pengadaan yang kompeten, profesional, dan siap menghadapi tantangan pengelolaan pengadaan barang/jasa pemerintah di masa mendatang.

Kegiatan Terkait :