LPKN | Training Center

Detail Kegiatan LPKN Training Center

BIMBINGAN TEKNIS NASIONAL Pedoman dan Tekni Penyusunan RPJMD dan RENSTRA 2025 - 2029 Strategi Menyelaraskan dengan RPJMN dan Visi Misi Kepala Daerah Terpilih

Dibuat Oleh : Mitha | 23 Des 2024


Jakarta, 6-7 November 2024 – Lembaga Pengembangan dan Konsultasi Nasional (LPKN) kembali menggelar acara bergengsi yang sangat dinantikan oleh para aparatur negara dan pemerintahan di seluruh Indonesia. Bertajuk “Pedoman dan Teknik Penyusunan RPJMD dan RENSTRA 2025-2029: Strategi Menyelaraskan dengan RPJMN dan Visi Misi Kepala Daerah Terpilih”, acara ini diselenggarakan pada tanggal 6-7 November 2024 di Hotel The Tavia Heritage, Jakarta. Kegiatan ini berhasil menarik banyak peserta yang berasal dari berbagai instansi pemerintah daerah, dengan tujuan utama untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai penyusunan dokumen perencanaan pembangunan yang berkualitas dan terintegrasi dengan kebijakan nasional.

Acara ini diselenggarakan dengan dukungan penuh dari narasumber ahli dan berpengalaman di bidang perencanaan pembangunan daerah, seperti Ir. Rudi Alfian dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Mahardhika Mulya Adi Pamungkas, S.AP dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Mereka memberikan wawasan dan pengetahuan praktis kepada peserta mengenai cara menyusun RPJMD dan Renstra yang selaras dengan RPJMN dan visi misi Kepala Daerah Terpilih.

Hari Pertama: Memahami Dasar Penyusunan Renstra dan RPJMD

Pelatihan dimulai pada pukul 07.30 WIB dengan registrasi peserta, dilanjutkan dengan pembukaan yang memberikan gambaran umum mengenai tujuan dan harapan dari kegiatan ini. Sesi pertama, yang dimulai pada pukul 08.15 WIB, menyuguhkan materi tentang Metode dan Teknik Penyusunan Renstra. Di sini, peserta dipandu untuk memahami langkah-langkah penyusunan Renstra perangkat daerah, mulai dari identifikasi tujuan, sasaran, dan program perangkat daerah, hingga penyelarasan Renstra dengan RPJMD dan RPJMN.

Salah satu topik yang menarik perhatian peserta adalah bagaimana cara penyusunan kebijakan strategis perangkat daerah dan bagaimana indikator kinerja dapat dipetakan dengan tepat untuk memastikan evaluasi yang efektif terhadap pencapaian tujuan. Peserta juga mendapatkan pemahaman tentang pentingnya monitoring dan evaluasi dalam pelaksanaan Renstra.

Setelah sesi materi pertama, peserta diajak untuk beristirahat sejenak dengan sesi foto bersama dan coffee break yang diselenggarakan pada pukul 09.45 WIB.

Sesi berikutnya, yang dimulai pada pukul 10.00 WIB, membahas Arti Penting dan Regulasi Penyusunan RPJMD dan Renstra. Dalam sesi ini, peserta diajak untuk lebih memahami dasar hukum yang mengatur penyusunan RPJMD dan Renstra, termasuk UU No. 25/2004, PP No. 8/2018, dan Permendagri No. 86/2017. Pemahaman mendalam tentang peran RPJMD dalam pembangunan daerah serta fungsi Renstra sebagai alat strategis dalam merancang kebijakan daerah juga menjadi topik utama pada sesi ini.

Tak hanya itu, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai konsekuensi hukum dan administrasi jika tidak mengikuti regulasi yang telah ditetapkan, yang tentu saja menambah pemahaman mengenai urgensi kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.

Pada siang hari, peserta menikmati waktu istirahat (Ishoma) selama satu jam sebelum melanjutkan sesi berikutnya yang berfokus pada Metode dan Teknik Penyusunan RPJMD. Dalam sesi ini, peserta mempelajari langkah-langkah menyusun RPJMD yang terintegrasi dengan visi misi kepala daerah, serta bagaimana melakukan analisis lingkungan strategis (internal dan eksternal) yang sangat penting untuk menentukan prioritas pembangunan daerah.

Sesi sore hari dilanjutkan dengan latihan dan simulasi penyusunan RPJMD, yang memungkinkan peserta untuk langsung mempraktikkan materi yang telah dipelajari dalam konteks studi kasus nyata.

Hari Kedua: Strategi Penyelarasan dengan RPJMN dan Visi Misi Kepala Daerah

Hari kedua dimulai dengan membahas Gambaran dan Aspek Penting dalam RPJMN 2025-2029 pada pukul 08.00 WIB. Sesi ini memberikan pengetahuan tentang struktur dan komponen utama RPJMN serta prioritas nasional dalam RPJMN 2025-2029 yang menjadi acuan bagi pembangunan daerah. Peserta juga mempelajari hubungan erat antara RPJMN, RPJMD, dan Renstra, serta bagaimana RPJMN mendukung perencanaan pembangunan daerah.

Setelah coffee break pada pukul 09.30 WIB, peserta kembali berfokus pada Latihan dan Simulasi Penyusunan Renstra selama hampir dua jam. Pada sesi ini, mereka diberikan kesempatan untuk mengaplikasikan konsep yang telah dipelajari tentang penyusunan Renstra dan membuat rencana strategis berdasarkan analisis kebutuhan daerah.

Pada siang hari, setelah Ishoma, peserta menyelami topik yang sangat penting, yaitu Memahami Visi dan Misi Kepala Daerah Terpilih serta Penerapannya. Dalam sesi ini, peserta mempelajari cara menganalisis visi dan misi kepala daerah serta menerjemahkannya ke dalam dokumen perencanaan seperti RPJMD. Peserta juga belajar mengenai teknik identifikasi program unggulan kepala daerah dan bagaimana cara mengintegrasikan program tersebut dengan kebijakan pembangunan daerah yang lebih besar.

Tidak hanya itu, peserta juga dibekali dengan strategi memastikan bahwa visi dan misi kepala daerah dapat selaras dengan RPJMN, yang merupakan kunci untuk mendukung program-program pembangunan nasional.

Sesi terakhir di hari kedua mengajarkan Strategi Finalisasi dan Penyelarasan RPJMD dan Renstra dengan RPJMN, memberikan gambaran mengenai teknik penyelarasan antara kebijakan nasional dan daerah. Sesi ini juga membahas pentingnya monitoring dan evaluasi dalam memastikan implementasi RPJMD dan Renstra berjalan dengan baik, serta peran penting dari stakeholder dalam proses penyelarasan kebijakan pembangunan daerah.

Peserta Antusias dan Mendapatkan Manfaat Besar

Acara ini tidak hanya memberikan materi yang sangat penting, tetapi juga mendorong peserta untuk berinteraksi melalui diskusi aktif dan berbagi pengalaman. Banyak peserta yang memberikan apresiasi atas kualitas materi dan fasilitator yang berkompeten, serta sesi latihan yang sangat aplikatif.

Salah seorang peserta mengatakan, “Pelatihan ini sangat membantu saya untuk memahami lebih dalam mengenai bagaimana menyusun RPJMD dan Renstra yang efektif dan terintegrasi dengan RPJMN. Saya merasa lebih siap untuk menghadapi tantangan perencanaan di daerah saya.”

Kegiatan Terkait :