LPKN | Training Center

Detail Kegiatan LPKN Training Center

STRATEGI PEMILIHAN PENYEDIA, PENGADAAN LANGSUNG, DAN PENUNJUKAN LANGSUNG DALAM IMPLEMENTASI PERPRES 46 TAHUN 2025

Dibuat Oleh : Mitha | 04 Jun 2025


Jakarta, 28 Mei 2025 — Lembaga Pengembangan dan Konsultasi Nasional (LPKN) kembali mencatatkan kiprah strategisnya dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia Indonesia, kali ini melalui sebuah kelas online bertajuk "Strategi Pemilihan Penyedia, Pengadaan Langsung, dan Penunjukan Langsung dalam Implementasi Perpres 46 Tahun 2025". Tiga hari berturut-turut, dari 26 hingga 28 Mei 2025, ruang virtual LPKN dipenuhi oleh para praktisi pengadaan, pejabat pembuat komitmen, hingga profesional lintas sektor yang ingin menyelami perubahan-perubahan krusial dalam sistem pengadaan barang/jasa pemerintah yang diatur dalam Peraturan Presiden terbaru.

Tepat pukul 18.30 WIB, suasana ruang Zoom mulai terasa hidup. Para peserta dari berbagai wilayah Indonesia — dari kota-kota besar seperti Surabaya dan Medan hingga pelosok Nusantara — hadir dan mengisi daftar hadir digital. Tak lama kemudian, pada pukul 19.00 WIB, kegiatan resmi dibuka dengan nuansa nasionalisme yang kental. Lagu Indonesia Raya dan Mars LPKN menggema serempak, disusul doa yang mengundang keheningan, sebagai penanda awal sesi yang sarat makna. Moderator memperkenalkan profil sang narasumber, yang tak lain adalah Dr. Fahrurrazi, M.Si., CCMS, seorang ahli pengadaan nasional dengan pengalaman puluhan tahun.

Hari Pertama: Membongkar Strategi Pemilihan Penyedia

Sesi pertama membuka tirai kelas ini dengan tema Pemilihan Penyedia. Dr. Fahrurrazi membawa peserta menjelajahi berbagai poin penting dalam perubahan regulasi, termasuk bagaimana Perpres 46 Tahun 2025 mengubah lanskap pengadaan. Analisis tajam mengenai metode pemilihan penyedia, seperti Tender, Seleksi, Pengadaan Langsung, dan Penunjukan Langsung, dipaparkan secara rinci. Peserta tidak hanya diajak memahami teori, namun juga menganalisis dampak praktisnya terhadap pekerjaan sehari-hari.

“Bukan hanya soal aturan yang berubah, tetapi juga cara berpikir kita dalam merancang strategi pengadaan,” ujar Dr. Fahrurrazi, disambut antusiasme para peserta yang aktif bertanya lewat kolom chat.

Hari Kedua: Menyelami Dunia Pengadaan Langsung

Malam berikutnya, 27 Mei 2025, kelas berlanjut dengan fokus pada Pengadaan Langsung. Di sinilah para peserta makin sadar akan kompleksitas dan keunikan jenis pengadaan ini. Dibahas secara mendalam mulai dari definisi, prinsip dasar, tahapan teknis, hingga kebijakan terbaru. Diskusi menarik pun muncul saat membahas strategi untuk menghindari penyimpangan, yang selama ini kerap menjadi sorotan dalam praktik di lapangan.

“Pengadaan langsung sering dianggap sederhana, padahal justru penuh jebakan administrasi jika kita tidak cermat,” kata narasumber yang juga menyisipkan pengalaman lapangan dalam setiap poin penjelasannya.

Hari Ketiga: Penunjukan Langsung dan Tantangan Nyata

28 Mei 2025 menjadi puncak kegiatan, dengan sesi mengenai Penunjukan Langsung. Materi malam itu menggali lebih dalam mengenai situasi-situasi yang membenarkan penggunaan metode penunjukan langsung. Peran strategis Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), penyusunan dokumen pengadaan, hingga tantangan implementasi di daerah-daerah menjadi highlight diskusi. Dr. Fahrurrazi menekankan bahwa pemahaman kontekstual sangat penting agar pelaksanaan penunjukan langsung tetap sesuai prinsip efisien, efektif, dan akuntabel.

Sebagai penutup, moderator mengapresiasi partisipasi aktif seluruh peserta dan menekankan pentingnya continuous learning dalam bidang pengadaan. Pukul 21.00 WIB, kegiatan resmi ditutup dengan suasana hangat dan semangat yang tetap menyala — seolah tak ada jarak meski terhubung melalui layar.

Kegiatan Terkait :