LPKN | Training Center

Detail Kegiatan LPKN Training Center

WORKSHOP PENGADAAN - ONLINE STRATEGI OPTIMALISASI PENGGUNAAN E-KATALOG VERSI 6 BAGI PARA PELAKU USAHA (VENDOR) Memaksimalkan Peluang Pengadaan APBN/APBD 2025 Melalui e-Katalog Versi 6

Dibuat Oleh : Mitha | 26 Mei 2026


Dalam upaya mendukung peningkatan kapasitas pelaku usaha dalam menghadapi transformasi digital pengadaan barang dan jasa pemerintah, Lembaga Pengembangan dan Konsultasi Nasional (LPKN) sukses menyelenggarakan kegiatan Workshop Pengadaan Online Strategi Optimalisasi Penggunaan E-Katalog Versi 6 Bagi Para Pelaku Usaha (Vendor) pada tanggal 20–21 Mei 2026 secara daring melalui platform online meeting.

Kegiatan ini mengangkat tema “Memaksimalkan Peluang Pengadaan APBN/APBD 2025 Melalui e-Katalog Versi 6” sebagai bentuk dukungan terhadap implementasi sistem pengadaan pemerintah yang semakin modern, transparan, dan berbasis digital. Workshop ini diikuti oleh para pelaku usaha, vendor, penyedia barang dan jasa, UMKM, serta peserta dari berbagai daerah di Indonesia yang ingin memahami strategi optimal dalam memanfaatkan platform e-Katalog Versi 6.

Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi sejak awal kegiatan. Para peserta memanfaatkan workshop ini sebagai kesempatan untuk memperdalam pemahaman terkait mekanisme pengadaan pemerintah melalui e-Katalog, khususnya dalam menghadapi peluang pengadaan APBN/APBD tahun 2025 yang semakin kompetitif.

Kegiatan dimulai pada pukul 18.00 WIB dengan proses registrasi peserta yang dipandu oleh panitia. Selanjutnya, acara resmi dibuka pada pukul 18.30 WIB oleh moderator dengan rangkaian pembukaan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat nasionalisme. Acara diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan Mars LPKN, pembacaan doa, serta perkenalan profil narasumber.

Dalam sambutannya, moderator menyampaikan bahwa perkembangan sistem pengadaan pemerintah saat ini menuntut para pelaku usaha untuk mampu beradaptasi dengan sistem digital yang terus berkembang. Kehadiran e-Katalog Versi 6 menjadi langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan efisiensi, transparansi, serta akuntabilitas proses pengadaan barang dan jasa.

Workshop ini menghadirkan narasumber kompeten di bidang pengadaan barang dan jasa pemerintah, yaitu Hilman Fazri, S.H., yang membawakan materi secara aplikatif dan mudah dipahami oleh seluruh peserta.

Pada sesi pertama, peserta mendapatkan materi mengenai Penayangan Produk Pada Katalog Elektronik. Dalam pembahasannya, narasumber menjelaskan langkah-langkah penting yang harus diperhatikan vendor agar produk yang ditayangkan pada e-Katalog memiliki kualitas informasi yang baik, menarik, serta memenuhi ketentuan administrasi dan teknis yang berlaku.

Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya strategi pemasaran digital dalam platform e-Katalog agar produk memiliki peluang lebih besar untuk dipilih oleh instansi pemerintah. Materi ini menjadi sangat menarik karena banyak peserta yang sebelumnya masih mengalami kendala dalam proses penayangan produk pada sistem elektronik pemerintah.

Selain itu, pada sesi pertama juga dibahas mengenai E-Purchasing Metode Negosiasi. Narasumber menjelaskan bagaimana proses negosiasi dalam e-purchasing dilakukan secara profesional dan sesuai regulasi, termasuk strategi vendor dalam menentukan harga yang kompetitif tanpa mengurangi kualitas produk maupun layanan.

Diskusi berlangsung sangat interaktif. Banyak peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait pengalaman mereka menghadapi proses negosiasi dengan instansi pemerintah, tantangan administrasi, hingga strategi memenangkan persaingan dalam pengadaan elektronik.

Memasuki sesi kedua, peserta mendapatkan materi mengenai E-Purchasing Metode Mini-Kompetisi. Dalam sesi ini dijelaskan bahwa mini-kompetisi menjadi salah satu mekanisme penting dalam e-Katalog Versi 6 yang memberikan kesempatan kepada penyedia untuk bersaing secara sehat berdasarkan kualitas, harga, dan kemampuan layanan.

Narasumber memberikan berbagai tips strategis kepada peserta mengenai cara meningkatkan daya saing produk, menyusun penawaran yang efektif, hingga membangun reputasi vendor yang baik di platform e-Katalog pemerintah.

Salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta adalah Demo Aplikasi Katalog Elektronik. Dalam sesi praktik ini, peserta diajak secara langsung memahami fitur-fitur terbaru pada e-Katalog Versi 6, mulai dari proses login, penayangan produk, pengelolaan transaksi, hingga simulasi proses e-purchasing.

Melalui demonstrasi langsung tersebut, peserta mendapatkan gambaran nyata mengenai penggunaan aplikasi serta solusi atas berbagai kendala teknis yang sering dihadapi vendor saat menggunakan platform e-Katalog.

Selama kegiatan berlangsung, suasana workshop terasa aktif dan komunikatif. Meskipun dilaksanakan secara online, peserta tetap antusias mengikuti setiap sesi hingga akhir acara. Interaksi antara peserta dan narasumber berjalan dinamis dengan berbagai pertanyaan dan sharing pengalaman yang memperkaya pemahaman seluruh peserta.

Kegiatan ini juga menjadi momentum penting bagi para pelaku usaha untuk memahami arah kebijakan pengadaan pemerintah di era digital. Dengan semakin luasnya penggunaan e-Katalog Versi 6, para vendor dituntut tidak hanya memahami aspek teknis penggunaan aplikasi, tetapi juga memiliki strategi bisnis yang adaptif dan kompetitif.

Di akhir kegiatan, moderator menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan narasumber atas partisipasi aktif selama workshop berlangsung. Para peserta berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai sarana peningkatan kompetensi dan pemahaman praktis terkait pengadaan barang dan jasa pemerintah berbasis elektronik.

Melalui workshop ini, diharapkan para pelaku usaha dan vendor mampu memanfaatkan peluang pengadaan APBN/APBD secara maksimal melalui e-Katalog Versi 6, meningkatkan kualitas layanan dan daya saing usaha, serta mendukung terciptanya sistem pengadaan pemerintah yang lebih efektif, transparan, dan profesional.

 

Kegiatan Terkait :