LPKN | Training Center

Detail Kegiatan LPKN Training Center

BIMBINGAN TEKNIS Optimalisasi E-Purchasing Melalui E-Katalog Versi 6 : Panduan Strategis UKPBJ Menuju Pengadaan yang Cepat, Tepat, dan Akuntabel

Dibuat Oleh : Mitha | 01 Des 2025


Dalam rangka memperkuat kapasitas aparatur pemerintah serta meningkatkan efektivitas pelaksanaan pengadaan melalui E-Katalog versi terbaru, LPKN kembali menyelenggarakan Bimbingan Teknis Optimalisasi E-Purchasing Melalui E-Katalog Versi 6 yang berlangsung selama tiga hari, mulai 26 hingga 28 November 2025, bertempat di Hotel The Tavia Heritage Jakarta. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai perangkat daerah yang memiliki peran strategis dalam UKPBJ maupun unit kerja teknis lainnya.

Hari Pertama – Rabu, 26 November 2025

Pendalaman Kebijakan Umum E-Katalog & E-Purchasing

Kegiatan diawali dengan registrasi peserta pada pukul 07.30 WIB dan dilanjutkan dengan pembukaan resmi oleh Panitia LPKN. Setelah seluruh peserta siap, sesi inti dimulai bersama narasumber utama, Hilman Fazri, S.H., Analis Kebijakan Ahli Muda LKPP RI, yang dikenal unggul dalam bidang kebijakan pengadaan.

Pada Materi 1, peserta dibawa memahami Kebijakan Umum Katalog Elektronik dan E-Purchasing, khususnya mengenai mekanisme Pengelolaan Katalog Elektronik dan proses pencantuman produk. Penjelasan disampaikan secara runtut serta dilengkapi studi kasus nyata sehingga peserta mudah memahami tantangan yang sering muncul di lapangan.

Setelah jeda singkat, sesi berlanjut pada Materi 2, membahas lebih dalam mengenai pencantuman produk, termasuk kelengkapan data, syarat administratif, serta strategi meningkatkan kualitas etalase. Tak hanya itu, peserta juga mendapatkan pemahaman teknis mengenai E-Purchasing Metode Negosiasi, mulai dari alur, strategi penawaran, hingga tata kelola dokumentasinya.

Usai waktu Ishoma, peserta kembali mengikuti sesi lanjutan yang membahas Manajemen Surat Pesanan dan proses pembayaran, melengkapi keseluruhan alur transaksi elektronik melalui E-Katalog versi 6. Materi yang komprehensif dan sistematis di hari pertama ini memberikan pemahaman kuat bagi peserta sebagai pondasi menuju praktik teknis di hari berikutnya.

Hari Kedua – Kamis, 27 November 2025

Penguatan Kapasitas Melalui Pemahaman Akun dan Mini-Kompetisi

Memasuki hari kedua, peserta langsung disambut materi teknis Tata Cara Pembuatan Akun, sebuah tahapan penting bagi pejabat pengadaan, PPK, maupun penyedia sebelum dapat melakukan transaksi di E-Katalog.

Selanjutnya, narasumber menjelaskan tahapan operasional E-Purchasing Metode Mini-Kompetisi, baik Itemized maupun Non-Itemized, dua fitur unggulan yang menjadi perhatian besar dalam E-Katalog versi terbaru. Peserta diajak memahami mulai dari upload dokumen persyaratan, penyusunan kriteria evaluasi, hingga mekanisme pemilihan penyedia yang sesuai kebutuhan.

Sesi ini menjadi salah satu yang paling dinanti karena memberikan gambaran jelas tentang perubahan besar dalam sistem pengadaan digital, terutama metode kompetisi yang jauh lebih transparan dan akuntabel.

Setelah waktu Ishoma, peserta kembali melanjutkan materi dengan fokus pada Mini-Kompetisi untuk Pekerjaan Konstruksi, sebuah materi penting mengingat kompleksitas perencanaan dan penyusunan dokumen dalam pekerjaan bidang infrastruktur. Peserta tampak sangat antusias dan aktif bertanya, terutama mengenai aturan teknis dan integrasi dengan dokumen RAB/HPS yang relevan.

Hari Ketiga – Jumat, 28 November 2025

Praktik, Simulasi, dan Latihan Intensif

Hari ketiga menjadi puncak kegiatan di mana seluruh peserta diajak masuk ke dalam simulasi menyeluruh dari seluruh materi yang telah dipelajari. Fasilitator hari ketiga, Trisca Vimalasari (Pengelola PBJ Ahli Pertama LKPP RI), memandu jalannya praktik secara sistematis.

Peserta melakukan Simulasi Pencantuman Produk, mulai dari penyiapan spesifikasi, input data, hingga verifikasi. Setelah itu dilanjutkan dengan sesi latihan E-Purchasing Metode Negosiasi, di mana peserta dilatih membuat skenario negosiasi harga, menyiapkan dokumen pembanding, hingga menyelesaikan proses pemesanan.

Pada sesi berikutnya, peserta menghadapi Simulasi Mini-Kompetisi Itemized yang berjalan dengan intens dan interaktif. Melalui studi kasus real, peserta diminta merancang penilaian dan evaluasi penyedia secara langsung di platform.

Setelah istirahat siang, kegiatan ditutup dengan latihan Mini-Kompetisi Non-Itemized, yang memberikan tantangan tambahan karena peserta harus memperhitungkan konsolidasi kebutuhan berdasarkan ruang lingkup yang lebih luas.

Simulasi yang berjalan hampir sepanjang hari ini memberikan pengalaman praktis yang sangat berharga bagi peserta, karena mereka dapat merasakan langsung ritme dan dinamika pengelolaan pengadaan elektronik berbasis sistem.

Kegiatan Terkait :